Minggu 8 Maret 2026. Pemerintah Daerah melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, terus berupaya memperkuat pembinaan kehidupan beragama di masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi kegiatan keagamaan yakni salahsatunya pelatihan calon imam dan khatib 2026.
Kegiatan pelatihan calon imam dan khatib di buka lansung oleh kepala biro pemerintahan dan kesejahteraan rakyat setda provinsi Sulawesi barat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 36 peserta dari berbagai lini organisasi keagamaan sepeti DMI SULBAR, Madrasa Aliyah dan utusan masjid yg ada di kabupaten mamuju.
Di acara tersebut juga hadir Sekretaris Dewan Masjid indonesia Sulawesi Barat, sekaligus menjadi pemateri pembuka pada acara yang akan di laksanakan selama dua hari kedepan di hotel berkah Mamuju.

Kepala Biro Pemkesra Sulbar, Murdanil SE. M.A.P Dalam sambutannya menjelaskan bahwa , Imam dan khatib memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain memimpin pelaksanaan ibadah, imam dan khatib juga berperan sebagai pembimbing spiritual, penyampai pesan-pesan moral, serta penguat nilai-nilai persatuan dan kerukunan umat.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas imam serta khatib menjadi sangat penting, agar pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dari mimbar-mimbar masjid mampu memberikan pencerahan, menumbuhkan sikap moderasi beragama, serta memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah Sulawesi Barat yang tertuang dalam visi pembangunan daerah melalui konsep “Panca Daya”, yang menekankan penguatan potensi masyarakat dalam berbagai aspek, termasuk penguatan daya spiritual dan sosial masyarakat sebagai fondasi dalam mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera.
Sebelum mengakhiri sambutannya Beliau berharap melalui pelatihan ini para peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, memahami kaidah-kaidah keimaman, serta memiliki kemampuan menyampaikan khutbah yang komunikatif, inspiratif, dan relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, para imam dan khatib nantinya dapat menjadi agen pembinaan umat, penguat nilai-nilai keagamaan, serta perekat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat di Sulawesi Barat.







