Mamuju – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor Bupati Mamuju,berlangsung ricuh. Demonstrasi yang mengangkat isu penanganan sampah di Kabupaten Mamuju tersebut berujung bentrokan antara aparat kepolisian dan Satpol PP dengan massa aksi.
Dalam aksinya, mahasiswa menuntut pemerintah daerah untuk lebih serius menangani persoalan sampah yang dinilai semakin mengkhawatirkan di sejumlah wilayah kabupaten Mamuju. Massa juga meminta adanya langkah konkret kepada bupati dan Kapala dinas dlhk untuk mengambil langkah kongkrit yang efektif untuk mengatasi masalah penanganan sampah
Situasi mulai memanas ketika massa berusaha mendekati area kantor untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pihak pemerintah daerah. Aparat keamanan yang berjaga berupaya menghalau massa guna menjaga ketertiban dan keamanan di sekitar lokasi.
Dorong-dorongan antara peserta aksi dan petugas tidak dapat dihindari hingga menyebabkan bentrokan. Sejumlah mahasiswa dan aparat terlihat terlibat saling tarik-menarik saat situasi semakin tidak terkendali.
hal ini dipicu oleh aparat kepolisian yang mencoba memadamkan api atau BAN yang dibakar oleh massa dari PMII.
hasil daripada audiansi
aksi tadi yang di berikan Kewenagan untuk menemui massa AKSI PMII cabang Mamuju, oleh asisten II Bupati dan kepala dinas lingkungan hidup (DLHK) akan menyampaikan langsung ke bupati untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) PMII dan bupati.
harapan kami dari PMII adalah bukan sekedar janji yang diberikan kepada kami untuk melakukan RDP dengan Bupati, karna proses pengangkatan dan pemrosesan sampa dikabupaten Mamuju sangat tdak efektif, ditambah lagi dengan kurangnya armada pengangkatan sampa yang mengakibatkan penumpukan dan tdak maksimal pengangkatan dari 11 kecamatan.
KORLAP
M.Defry.s
ketua bidang external PMII cabang Mamuju







