Menu

Mode Gelap
Polresta Mamuju Tahan Seorang Oknum ASN, Pelaku Penipuan dan Penggelapan Uang Rp 135 Juta

Advertorial

Disbun Sulbar melakukan monitoring penyaluran bibit kakao di Kabupaten Polewali Mandar.

badge-check


					Disbun Sulbar melakukan monitoring penyaluran bibit kakao di Kabupaten Polewali Mandar. Perbesar

Minggu (14/9/2025),Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat (Disbun Sulbar) melakukan monitoring penyaluran bibit kakao di Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (13/9/2025).

Kepala Bidang Perbenihan dan Produksi Disbun Sulbar, Muliadi, menuturkan bahwa monitoring ini sejalan dengan visi-misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas.

“Penyaluran bibit kakao akan terus kami pantau melalui monitoring berkala, baik langsung di lapangan maupun lewat media komunikasi. Kami memastikan bibit yang disalurkan dalam keadaan baik, sesuai, dan cukup,” jelas Muliadi.

Ia menambahkan, jika ditemukan bibit rusak atau mati, tim lapangan wajib membuat berita acara kematian benih disertai dokumentasi foto atau video. Bibit tersebut nantinya akan diganti oleh penyedia sesuai jumlah yang rusak.

Plt. Kadis Perkebunan Sulbar, Muh. Faizal Thamrin, yang dikonfirmasi  menegaskan bahwa bibit yang tidak layak tidak akan diberikan kepada petani.

“Itu tidak benar. Bibit kering atau mati akan diganti penyedia sesuai klausul kontrak. Foto yang beredar hanyalah hasil pemilahan untuk dilaporkan ke penyedia agar segera diganti,” tegas Faizal.

Ia menambahkan, petani sendiri berhak memilih bibit terbaik yang akan ditanam. “Jadi tidak mungkin bibit rusak diberikan kepada penerima manfaat. Yang diterima petani adalah bibit dalam kondisi bagus,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pelayanan Kesehatan Harus Menjamin Kepastian bagi Pasien

15 Juli 2026 - 15:34 WITA

RDP DI DPRD SULAWESI BARAT, GMH SOROTI 750 PEKERJA LUAR SULBAR PADA PROYEK SEKOLAH RAKYAT : PT. Hutama Karya Tidak menjawab tuntutan.

17 Juni 2026 - 23:01 WITA

Kapolresta Mamuju Lebih Baik Mundur Jika Tidak Mampu Tuntaskan Kasus Pengeroyokan Kader PMII

16 Juni 2026 - 00:14 WITA

FGMM Kecam Proses Hukum Kasus Pengeroyokan Dua Aktivis Mahasiswa dan Pengerusakan Sekretariat Gerakan Vendetta

16 Juni 2026 - 00:06 WITA

AKSI PMII DI KANTOR BUPATI MAMUJU BERAKHIR BENTROK DENGAN APARAT

11 Juni 2026 - 21:32 WITA

Trending di Advertorial